Oleh : Abdul Rosyid Teguhdin
Jakarta, www.istiqlal.or.id - Marhaban Ya Ramadhan, satu kenikmatan yang Allah berikan kepada umat Islam bisa berjumpa dengan bulan Ramadhan. Bulan yang ditunggu-tunggu kehadirannya oleh milyaran Umat Islam di seluruh dunia.
Allah SWT berfirman ;
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah; 183).
Semenjak bulan Rajab, umat Islam selalu berdoa agar seluruh aktifitas yang dikerjakan mendapat barokah dan di bulan Sya’ban pun demikian memohon keberkahan atas segala yang dilakukan dan diakhir doanya yakni memanjatkan permohonan agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan.
Marhaban ya Ramadhan, nanti malam Insya Allah umat Islam akan melaksanakan Terawih, ibadah sunnah yang dilakukan setelah sholat Isya. Berduyun-duyun umat Islam meramaikan masjid dengan menghidupkan malam-malam Ramadhan, sabda Rasulullah SAW;
ومن قام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
”Siapa yang melakukan qiyam di bulan Ramadan karena motivasi iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhori dan Muslim).
Ibadah malam hari di bulan Ramadhan dapat menghapuskan dosa-dosa yang telah lalu, alangkah bahagianya jiwa dan raga mendengar hadis ini karena selama 11 bulan banyak melakukan dosa, maka satu bulan menjalankan ibadah qiyam di Ramadhan dapat menghapuskan dosa-dosa lampau, maka jangan sia-siakan keutamaan ibadah qiyam.
Marhaban ya Ramadhan, awal Ramadhan walaupun terjadi perbedaan penetapan dimulainya puasa, tetapi tidak menyurutkan umat Islam untuk bersatu dalam kebersamaan. Yang lebih utama adalah syiar Islam untuk umat muslim sendiri, menyadarkan kembali saudara-saudara kita yang belum tergerak hatinya untuk beribadah.
Ramadhan itu seperti aneka ragam pahala yang Allah berikan kepada hambanya mulai dari ibadah puasa, sholat tarawih, tadarus Al-Qur’an, sholat tahajud, shodaqoh dan masih banyak lagi. Kalau diibaratkan seperti kolam ikan yang sedang panen, mau pakai apa saja ambilnya Insya Allah ikannya dapat.
Bagi yang belum tergerak hati dan jiwa untuk beribadah, cobalah celupkan kakimu kedalam kolam Ramadhan maka engkau akan dapatkan pilihan pahala sebagai pintu hidayah untuk ta’at kepada Allah SWT.
Marhaban ya Ramadhan, Rasulullah dan para sahabat ketika memasuki bulan Ramadhan melakukan dua hal;
Pertama, ibadah (hablumminallah) maksimal. Awal bulan Ramadhan, Rasulullah meramaikan masjid (masjid Nabawi), ketika Rasulullah sholat ba’da Isya. Banyak para sahabat mengikuti Rasulullah, yakni melakukan sholat sunnah 2 rokaat diakhiri salam dan terus sampai menjelang waktu subuh. Itu terjadi selama tiga hari, setelah itu Rasulullah tidak lagi sholat sunnah di Masjid Nabawi, dalam perspektif Fiqih dinamakan dengan sholat terawih sedangkan dalam perspektif Aqidah Rasulullah memberikan contoh kepada para sahabat, dibulan Ramadhan perbanyak ibadah secara maksimal agar keimanan meningkat
Kedua, sosial (hablumminaas) professional. Ibadah Ramadhan memberikan hikmah sosial bagi umat Islam yaitu Ifthor (jamuan berbuka puasa). Yang diperoleh dengan ibadah berbuka puasa yakni merasakan kenikmatan yang luar biasa, yakni nikmat syukur. Maka orang yang berbuka puasa semakin banyak bersyukur kepada Allah SWT dengan cara memberikan makan untuk orang yang berbuka puasa, karena orang yang selalu bersyukur adalah orang yang berbagi kenikamatan kepada orang lain.
Marhaban ya Ramadhan Syahrus Shiyam wal Qiyam. Amiin ya Rabbal Alamiin
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.