Oleh: Ahmad Rahma Wardhana, ST, M.Sc.
Jakarta, www.istiqlal.or.id - Ahmad Rahma Wardhana, ST, MSc. dalam Kajian Hawamisy di Masjid Istiqlal menyampaikan bahwasannya hubungan manusia dengan Allah (حَبْلٌ مِنَ اللّٰه) saja belum cukup. Penting juga bagi kita untuk membangun (حَبْلٌ مِنَ الْعَالَم) atau hubungan yang baik dengan alam semesta.
Dalam penjelasannya, mengaitkan pandangan tersebut dengan dua peristiwa besar dalam sejarah Islam: turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad ﷺ yang menekankan pentingnya ilmu dan kesadaran, serta penciptaan manusia sebagai khalifah di atas bumi. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab manusia bukan hanya sebatas mengelola sumber daya alam untuk kepentingan sendiri, tetapi juga menjaga keseimbangan dan keberlanjutan ekosistem.
"Dalam dua abad terakhir, eksploitasi alam semakin meningkat dengan dalih kemajuan teknologi. Ini mengakibatkan krisis lingkungan yang serius, seperti perubahan iklim dan kerusakan ekosistem," jelas Ahmad.
Ahmad juga mengutip laporan internasional yang menunjukkan bahwa penyebab utama perubahan iklim di antaranya adalah emisi gas rumah kaca, alih fungsi lahan, deforestasi, dan gaya hidup konsumtif yang tidak ramah lingkungan. Dampak dari krisis ini semakin terasa, seperti suhu global yang meningkat, bencana alam yang lebih sering terjadi, serta menurunnya kualitas udara dan air yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan manusia.
Selain itu, bagaimana Islam telah mengajarkan pentingnya keseimbangan dalam kehidupan. Ahmad menekankan bahwa Al-Qur'an dan hadis telah banyak memberikan panduan tentang menjaga lingkungan. Salah satunya adalah hadis Rasulullah ﷺ yang berbunyi:
“Tidaklah seorang muslim menanam tanaman lalu tanaman itu dimakan manusia, binatang ataupun burung melainkan tanaman itu menjadi sedekah baginya sampai hari kiamat.” (HR. Muslim).
Hadis ini menunjukkan bahwa Islam tidak hanya mendorong manusia untuk menjaga alam, tetapi juga menanamkan semangat optimisme dan tanggung jawab dalam melestarikan bumi. Beliau mengajak umat Islam untuk lebih sadar akan dampak dari tindakan sehari-hari terhadap lingkungan.
Sebagai langkah nyata, menghimbau masyarakat untuk menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan adalah:
1. Mengurangi Konsumsi Energi
Menggunakan energi dengan lebih efisien, mematikan lampu dan peralatan elektronik saat tidak digunakan, serta beralih ke sumber energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin.
2. Mengurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai
Mengganti kantong plastik dengan tas kain, menggunakan botol minum yang dapat digunakan kembali, serta menghindari sedotan plastik untuk mengurangi limbah yang mencemari lingkungan.
3. Menanam Pohon dan Menjaga Hutan
Menanam pohon di lingkungan sekitar, mendukung program penghijauan, serta menghindari penebangan liar yang merusak habitat satwa dan mengurangi kapasitas bumi dalam menyerap karbon dioksida.
4. Menghemat Air
Menggunakan air dengan bijak, tidak membuang-buang air bersih, serta mengupayakan pemanfaatan air hujan untuk kebutuhan rumah tangga.
5. Mendukung Produk Ramah Lingkungan
Memilih produk yang dihasilkan secara berkelanjutan, mendukung petani lokal yang menerapkan metode pertanian organik, serta mengurangi konsumsi daging untuk mengurangi jejak karbon.
6. Meningkatkan Kesadaran dan Edukasi
Mengajarkan anak-anak dan generasi muda tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui pendidikan formal dan nonformal, serta membiasakan perilaku peduli lingkungan sejak dini.
Sebagai penutup, menegaskan bahwa kepedulian terhadap alam bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga komunitas dan pemerintah. Ia mendorong kerja sama antara ulama, akademisi, aktivis lingkungan, serta pemangku kebijakan untuk menciptakan kebijakan yang mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
"Setiap tindakan kecil yang kita lakukan hari ini akan berdampak besar bagi masa depan. Mari kita jadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari ibadah kita kepada Allah," tutup beliau.
Semoga kesadaran untuk menjaga alam semakin menguat dalam diri kita semua, demi keberlangsungan hidup generasi mendatang dan sebagai bentuk tanggung jawab kita sebagai khalifah di bumi. (DIKA/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.