Foto: Dok. Media Istiqlal

Kajian Subuh Istiqlal: Hikmah Puasa dari Segi Kesehatan

Admin 06 Mar 2025 Warta Istiqlal

Oleh: Dr. M. Irsyad Amin, Msc

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Puasa memiliki hikmah yang penting, salah satunya adalah kesehatan. Dalam konteks kesehatan jiwa, puasa dapat berperan dalam mengurangi stres. Melihat laporan dari Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa hampir 30% masyarakat Indonesia menderita penyakit jiwa, sekarang mari kita lihat apakah benar bahwa puasa dapat berkontribusi pada kesehatan.

Dalam pengertian ini, puasa berfungsi sebagai langkah preventif. Kita sering mendengar tentang penyakit maag, yang merupakan masalah pencernaan yang disebabkan oleh ketidakaturan pola makan. Sering kali, orang tidak mampu mengatur cara makannya dengan baik, sehingga mereka terlalu lapar, kemudian makan berlebihan. 

Selain itu, konsumsi minuman yang merangsang, seperti minuman bersoda, juga dapat menyebabkan masalah pencernaan. Ketidakaturan makan ini dapat berujung pada gangguan kesehatan, seperti gastritis, yang merupakan peradangan pada lambung.

Penyakit diabetes mellitus, atau kencing manis, juga merupakan masalah serius karena dapat merusak pembuluh darah kecil di dalam tubuh, termasuk di retina mata, yang dapat menyebabkan kebutaan. Selain itu, kolesterol tinggi atau hiperkolesterolemia dapat mengganggu aliran darah dan berpotensi menyebabkan penyakit jantung, seperti arteriosklerosis, di mana dinding pembuluh darah menjadi tebal sehingga aliran darah ke otot jantung terganggu.

Pola makan yang tidak teratur, terutama yang mengandung lemak jenuh berlebihan, dapat memperburuk kondisi ini. Oleh karena itu, puasa selama satu bulan, ditambah dengan puasa sunnah, dapat membantu mendetoksifikasi tubuh dengan cara mengeliminasi sisa-sisa metabolisme.

Di bulan yang penuh berkah ini, kita harus memanfaatkan momen puasa ini dengan baik, tanpa menyimpan dendam.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الصِّيَامُ جُنَّةٌ إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ صَائِمًا فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَجْهَلْ فَإِنْ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ إِنِّي صَائِمٌ

“Dari Abu Hurairah bahwa Nabi ﷺ berkata, “Puasa adalah tameng, apabila salah seorang diantara kalian berpuasa maka janganlah ia berkata kotor, dan melakukan perbuatan bodoh. Apabila terdapat seseorang memusuhinya atau mencelanya maka hendaknya dia mengatakan, “Aku sedang berpuasa.” (HR Muslim)

Jika seseorang yang berpuasa penuh dengan amarah, maka pahala puasanya dapat berkurang. Meskipun dalam hadis disebutkan bahwa saat bulan suci Ramadan, pintu surga dibuka, dan pintu neraka ditutup, perlu kita ingat bahwa setan dibelenggu, tetapi hawa nafsu tetap ada, yang dapat menggoda kita untuk berbuat kesalahan.

Hormon yang ada dalam tubuh kita juga berperan penting dalam emosi. Hormon testosteron, misalnya, berperan dalam sifat agresif pada laki-laki. Namun, tingginya kadar hormon ini dapat dikurangi dengan berpuasa. Dalam konteks ini, marah dapat menjadi bentuk gangguan yang mempengaruhi kesehatan jiwa. (Vistaufa/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.