Oleh : Dr. H. Anwar Saadi, MA
Jakarta, www.istiqlal.or.id - Memulai dari spirit ibadah puasa, bahwa puasa yang kita kerjakan adalah puasa yang bukan hanya mampu menahan dorongan haus dan lapar, mampu menghindari makan dan minum di siang hari. Akan tetapi puasa yang kita kerjakan adalah puasa lisairil jawarih puasa dari keseluruhan panca indra kita.
Imam Al Ghazali di dalam kitab Ihya Ulumuddin menjelaskan puasa seluruh anggota panca indera ini dengan kategori puasa khusus. Yaitu puasa yang di dalamnya ada puasa yang mampu mengendalikan pendengaran kita, penglihatan kita, lisan kita, tangan kita, kaki kita, dan seluruh anggota badan kita terkendali.
Spirit pengendalian ini sangat penting untuk mengelola sebuah rumah tangga karena banyak terjadi peristiwa konflik keluarga bahkan peristiwa perceraian. Pada tahun 2024 terjadi sebanyak 408.347 perceraian dari jumlah pernikahan di tahun 2024 itu sebanyak 1478 jadi kurang lebih sepertiga orang yang menikah itu bercerai.
Kenapa mereka bercerai? Kalau kita lihat datanya yang dirilis oleh mahkamah agung, penyebab terbesar nomor satu orang bercerai adalah karena banyak selisih paham, ribut omong, dan cekcok. Selisih paham itu adalah gejala akibat tidak mampu mengendalikan diri terjadilah konflik rumah tangga.
Hal yang mesti kita lakukan untuk bisa memerankan keluarga yang berperan positif terhadap pembangunan masa depan bangsa, ialah sebagai berikut:
1) Membangun Suasana Harmonis, membangun suasana harmonis dalam keluarga terdapat banyak contoh dalam Al-Qur'an. Kita lihat ada beberapa contoh sebutan Al-Qur'an yang menyebut istri dari seorang laki-laki dengan sebutan marah seperti istrinya firaun. Kemudian istrinya Nabi Nuh juga disebut Al Mar’ah istri Nabi Luth juga disebut Al Mar’ah jadi sebutan Al Mar’ah adalah untuk keluarga yang tidak idea.Dalam Al-Qur'an misalnya allah berfirman:
ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوا امْرَاَتَ نُوْحٍ وَّامْرَاَتَ لُوْطٍۗ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتٰهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللّٰهِ شَيْـًٔا وَّقِيْلَ ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدّٰخِلِيْنَ
Artinya: Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang kufur, yaitu istri Nuh dan istri Lut. Keduanya berada di bawah (tanggung jawab) dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami, lalu keduanya berkhianat kepada (suami-suami)-nya. Mereka (kedua suami itu) tidak dapat membantunya sedikit pun dari (siksaan) Allah, dan dikatakan (kepada kedua istri itu), “Masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).” (QS.At-Tahrim [66]: 10).
Kenapa Nabi Nuh keluarganya disebut tidak ideal? Nabi Nuh dapat perintah membuat kapal di tengah hutan karena akan diberitahu allah akan ada banjir bandang. Lalu istrinya menyebarkan ke setiap orang ke seluruh masyarakat bahwa Nabi Nuh innahu majnun istrinya mengatakan bahwa suaminya gila membuat kapal di tengah-tengah hutan.
Istri Nabi Luth juga, Nabi luth hidup ditengah orang-orang yang memiliki kelainan seksual dikirim oleh Allah dua orang malaikat yang tampan datang tengah malam istrinya membocorkan bahwa di rumahku ada dua orang laki-laki yang sangat tampan. Jadi rumah tangga seperti ini disebut rumah tangga yang disharmonis.
Termasuk juga rumah tangganya Nabi Zakaria, di rumah tangga Nabi Zakaria pertama ketika Nabi Zakaria berdoa kepada Allah SWT:
وَاِنِّيْ خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَّرَاۤءِيْ وَكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا فَهَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّا
Artinya: Sesungguhnya aku khawatir terhadap keluargaku sepeninggalku, sedangkan istriku adalah seorang yang mandul. Anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu.(QS. Maryam[19]:5).
Jadi seorang yang sudah berumah tangga belum punya keturunan itu kondisinya berpotensi terjadi perselisihan terjadi kegalauan kekhawatiran siapa yang melanjutkan keluarga ini. Lalu nabi zakaria berdoa kemudian:
فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ ۖوَوَهَبْنَا لَهٗ يَحْيٰى وَاَصْلَحْنَا لَهٗ زَوْجَهٗ
Artinya: Maka, Kami mengabulkan (doa)-nya, menganugerahkan Yahya kepadanya, dan menjadikan istrinya (dapat mengandung). (QS. Al-Anbiya[21]: 90).
Sebutan yang kedua ketika Nabi Zakaria doanya dikabulkan oleh allah mendapatkan seorang anak bernama Yahya maka sebutan bagi istrinya menjadi Zaujah. Ini artinya bahwa salah satu ujian dan cobaan berumah tangga adalah ketika menikah belum dikaruniai anak maka berdoalah kepada allah semoga allah berikan anugerah keturunan.
2) Berusaha Mendidik Anak yang Bertakwa dan Berbakti
Kemudian yang kedua selain membangun suasana harmonis adalah berusaha keras mendorong dan melahirkan anak yang soleh anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya dan taat ibadah kepada allah subhanahu wa ta'ala.
Dalam Al-Qur'an Allah subhanahu wa ta'ala mengingatkan kepada kita bahwa agar kita mewaspadai satu keadaan di masa setelah kita punya anak-anak yang lahir yang tumbuh kembang setelah kita tidak tidak ada menjadi generasi yang lemah.
وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا
Artinya: Hendaklah merasa takut orang-orang yang seandainya (mati) meninggalkan setelah mereka, keturunan yang lemah (yang) mereka khawatir terhadapnya. Maka, bertakwalah kepada Allah dan berbicaralah dengan tutur kata yang benar (dalam hal menjaga hak-hak keturunannya). (QS. An-Nisa [4] :9).
Ibnu katsir di dalam tafsirnya ini menekankan bahwa ayat ini supaya kita punya ikhtiar untuk mencegah terjadinya kelemahan generasi di belakang kita. Puasa mengajarkan kita untuk mengendalikan diri supaya bisa mempraktekkan semua spirit puasa di dalam kehidupan nyata kita. Mendorong anak-anak kita ikut kita melaksanakan ibadah kepada allah subhanahu wa ta'ala dan kita harapkan ke depan anak-anak kita menjadi anak-anak yang hidup dalam indonesia emas tahun 2045. mudah-mudahan allah kuatkan iman islam kita allah jadikan rumah tangga kita rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah. (RIZKI/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.