Oleh: Prof. Hamka Hasan
Dalam kajian Hawamisy di Masjid Istiqlal pembahasan difokuskan pada Qs.Al-Baqarah ayat 277, yang berada pada juz ketiga, sebuah ayat yang sarat makna meskipun secara susunan terletak di tengah-tengah pembahasan tentang riba.
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ لَهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۚ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, beramal saleh, menegakkan salat, dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak (pula) mereka bersedih (Qs. Al-Baqarah [2]:277)
Secara struktur, ayat ini berada di antara ayat-ayat yang berbicara terkait dengan riba. Dua ayat sebelumnya dan empat ayat setelahnya juga menjelaskan mengenai riba, dan ayat ini muncul di tengah-tengah dan kelihatannya tidak terkait dengan ayat sebelumnya dan ayat setelahnya.
Namun, kehadiran Qs. Al-Baqarah ayat 277 ini bukanlah tanpa maksud. Justru di sinilah terlihat keindahan dan kedalaman Al-Quran sebagai kitab petunjuk (hudā).
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ
Artinya: “Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan di dalamnya; (ia merupakan) petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa (Qs.Al-Baqarah [2]:2)
Al-Quran bukan sebagai kitab yang diinginkan orang kafir yang ingin menyelesaikan satu masalah pada bab tertentu, lalu pindah pada bab selanjutnya. Al-Quran adalah petunjuk langsung dari Allah, baik dari sisi lafaz maupun maknanya. Dalam ilmu tafsir, keterkaitan antar ayat ini dikenal dengan istilah ‘ilm al-munāsabah, yakni ilmu yang mengkaji hubungan antara ayat setiap Al-Quran sebelum dan sesudahnya.
Sifat kedua Al-Quran yaitu Allah SWT memberikan dua sisi yang beriringan atau berkebalikan. Ayat-ayat sebelumnya tentang riba yang sudah dibahas menjelaskan akibat yang diperoleh bagi mereka pelaku riba, dan janji ketenangan serta pahala bagi mereka yang beriman, beramal saleh, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat.
Ayat ini diawali dengan penegasan “innalladzīna āmanū” sesungguhnya orang-orang yang beriman. Keimanan tidak berhenti pada keyakinan di dalam hati, tetapi harus diwujudkan dalam amal nyata. Oleh karena itu, keimanan selalu disandingkan dengan amal saleh, yang mencakup berbagai bentuk kebaikan dalam kehidupan.
Di antara amal saleh yang paling utama adalah mendirikan shalat (iqāmat al-ṣalāh), bukan sekadar melaksanakan salat, tetapi menegakkannya dengan penuh kesadaran, ketepatan waktu, dan kesempurnaan adab serta rukun. Salat menjadi pilar utama yang menjaga hubungan hamba dengan Allah.
Selain itu, ayat ini juga menegaskan kewajiban menunaikan zakat. Zakat berasal dari kata zakāh yang bermakna menyucikan dan mengembangkan. Zakat fitrah menyucikan jiwa, sementara zakat mal menyucikan harta. Melalui zakat, seorang muslim membersihkan hartanya dari hak orang lain serta dari kemungkinan cara perolehan yang tidak diridai Allah.
Allah menegaskan balasan bagi mereka yang menunaikan keempat unsur tersebut dengan kalimat:
“Lahum ajruhum ‘inda rabbihim” bagi mereka pahala di sisi Tuhan mereka.
Dalam tafsir Mafātīḥ al-Ghaib, Imam Fakhruddin ar-Razi menjelaskan bahwa redaksi ini memiliki kekuatan makna yang sangat tinggi. Penggunaan kata “lahum” di awal kalimat menunjukkan kepastian dan kedekatan pahala tersebut, seakan-akan pahala itu langsung diberikan oleh Allah SWT tanpa penundaan.
Janji tersebut kemudian ditutup dengan ketenangan batin:
“Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.”
Inilah buah dari iman dan amal saleh: ketenteraman jiwa, bebas dari kecemasan terhadap masa depan dan penyesalan terhadap masa lalu.
Meskipun Surah Al-Baqarah ayat 277 berada di tengah-tengah pembahasan riba, para ulama sepakat bahwa kandungannya bersifat umum dan berlaku sepanjang masa. Ayat ini menegaskan fondasi kehidupan seorang muslim: iman yang kokoh, amal saleh yang nyata, shalat yang ditegakkan, serta zakat yang ditunaikan.
(VISCHA/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.