Foto: Dok. Media Istiqlal

Kajian Tauhid KH Abdullah Gymnastiar: Bukan Validasi, Tapi Ridha-Nya

Admin 07 Nov 2025 Warta Istiqlal

Manusia sibuk dengan validasi atas penilaian manusia lain, seringkali mencari pengakuan, pujian, penghargaan, dan sebagainya. Kehidupan modern mempengaruhi sifat ketergantungan validasi seseorang terutama di media sosial. Kita berlomba-lomba memperindah penampilan demi penilaian dari orang lain. 

Pujian dari manusia sifatnya fana dan tidak menentu, di awal memuji kemudian mencaci. Bentuk pujian dari orang hanya berupa ucapan saja. Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

  إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ 

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim no. 2564)

Untuk menghindari rasa sakit hati karena mengharapkan pengakuan dari manusia, dan menghindari murka Allah subhanahu wa ta’ ala karena kita mengabaikan penilaian-Nya. Ada baiknya kita kembali untuk menggapai tenang dengan hanya mengharap pujian-Nya. 

Kalau kita senang dipuji oleh Allah, maka kita akan disibukkan dua hal, yaitu  hati dan amal. Berbeda jika kita mengharapkan  pujian orang, kita akan sibuk satu hal yaitu casing atau bungkus. Allah subhanahu wata’ala berfirman,

يَعۡلَمُ خَآٮِٕنَةَ الۡاَعۡيُنِ وَمَا تُخۡفِى الصُّدُوۡرُ‏

Artinya: “Allah mengetahui pengkhianatan (penyelewengan dan ketiadaan jujur) pandangan mata seseorang, serta mengetahui akan apa yang tersembunyi di dalam hati” (QS. Ghafir [40]: 19)

Dengan meyakini Allah maha menyaksikan, kita jadi enggan bermaksiat, dengan merasa dilihat oleh-Nya, akhlak kita jadi indah, shalat kita semakin khusyuk, hati kita senang beramal shalih. 

Perumpamaan orang yang ingat dan lupa kepada Allah SWT seperti orang hidup dan mayit, yaitu manusia yang tidak bermanfaat. “ Kalau lagi ingat Allah lagi Maha Melihat, Maha Dekat, dan Maha mendengar kita jadi bagus, kalau lupa, kita jadi kaya mayit,” Ucap Aa Gym.

Agar diri semakin yakin kepada Allah, Allah memberi sarana berupa doa, sehingga kita dapat terhindar dari godaan syaitan. Kita juga dapat terus melantunkan dzikir. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wassalam bersabda:

 يَزالُ لِسَانُكَ رَطْباً مِنْ ذِكْرِ اللهِ

Artinya: “Hendaklah lisanmu selalu basah karena berdzikir kepada Allah.” (HR. Tirmidzi,)

Kita akan mendapatkan ketenangan, keikhlasan, dan keberkahan dalam setiap aspek kehidupan, jika kita hanya berharap kepada Allah SWT. Berikan penilaian apa adanya dan biarkan manusia bertindak sesuka mereka. Kita hanya berkonsentrasi pada satu hal, yaitu mendapatkan ridha Allah Yang Maha Menyaksikan, karena ridha-Nya adalah puncak kebahagiaan yang sebenarnya. (TANZA/ Humas dan Media Masjid Istiqlal)


 

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.