Foto: Dok. Media Istiqlal

Kajian Zhuhur Pilihan: Washiyat Kepada Tetangga

Admin 24 Sep 2025 Warta Istiqlal

Oleh: KH. Mas'ud Halimin, MA
Adabul Mufrad: Adab Bertetangga
Bab Washiyat Kepada Tetangga

Jakartam www,istiqlal.or.id - Dari ‘Aisyah radhyalahu ‘anha, dari Nabi shallalahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, 

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَا زَالَ يُوصِينِي جِبْرِيلُ بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ
“Jibril senantiasa mewasiatkanku untuk berbuat baik terhadap tetangga sehingga aku mengira bahwa tetangga juga akan mendapatkan harta waris.”

Membangun hubungan dengan tetangga sangat penting, berdampak dari dunia sampai akhirat.

Dari Abu Syuraih Al Khuza'i, dari Nabi shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُحْسِنْ إِلَى جَارِهِ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Aku mendengar Rasulullahi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah dia memuliakan tamunya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam."

Tiga pokok permasalahan hadis ini adalah, pertama: bertetangga, kedua: penerimaan tamu dan ketiga: etika berbicara.

Diantara hikmah pengggunaan kalimat "Man kana yu`minu billah wal yawmil akhir":
1. Mengikuti pola Al-Qur'an dalam penekanan kualitas iman seseorang. 
2. Rukun iman lain tak disebut karena keimanan kepada Allah dalam makna luas mengandung makna keterkaitan dengan keimanan kepada yang terhubung dengan keimanan kepada-Nya. Percaya kepada Allah otomatis percaya kepada rukun iman yang lain. Akhirat disebut terpisah karena kehidupan akhirat terpisah dari kehidupan dunia.

Bila diperhatikan rangkaian hadis ini bisa dibandingkan Al-Hujurat/49: 14, 
قُل لَّمْ تُؤْمِنُوا۟ وَلَٰكِن قُولُوٓا۟ أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ ٱلْإِيمَٰنُ فِى قُلُوبِكُمْ
Katakanlah kalian belum beriman, tetapi hendaklah kalian katakan: kami telah berislam karena iman belum masuk ke dalam hati kalian.

Keimanan tidak cukup diucapkan namun harus diimplemantasikan dalam perbuatan baik kepada makhluk Allah. Orang yang melakukan hablum minallah dengan baik tetapi tidak dengan makhluk, belum sampai pada iman yang berkualitas. Dalam banyak ayat Al-Qur'an, disebut kecelakaan bagi yang belum bisa baik secara sosial. Keimaman kepada Allah dan hari akhir juga tergambar dalam menerima tamu dan berkata baik.

3. Miqdad bin al-Aswad radhiallahu anhu, salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, menuturkan,
سَأَلَ رَسُولُ أَصْحَابَهُ عَنِ الزِّنَى، قَالُوا: حَرَامٌ حَرَّمَهُ اللهُ وَرَسُولُهُ. فَقَالَ: لَأَنْ يَزْنِيَ الرَّجُلُ بِعَشْرِ نِسْوَةٍ أَيْسَرُ عَلَيْهِ مِنْ أَنْ يَزْنِيَ بِامْرَأَةِ جَارِهِ. 
“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bertanya kepada para sahabat tentang zina. Mereka mengatakan, ‘Zina itu haram, telah diharamkan Allah dan Rasul-Nya.’ Kemudian beliau bersabda, ‘Sungguh, seseorang berzina dengan sepuluh wanita lebih ringan baginya daripada berzina dengan istri tetangganya.’

Berzina dengan sepuluh perempuan lebih ringan dari berzina dari satu orang istri tetangga. Betapa banyak kasus pelecehan seksual terhadap tetangga, hal demikian perbuatan yang sangat berat tercela dan hina, karena seharusnya seseorang bisa menjaga kehormatan tetangganya.

4. Abdullah Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhu berkata, "Sungguh telah datang kepada kami sebuah zaman tidak ada seorang pun yang lebih mementingkan dinar dan dirhamnya daripada kepentingan saudaranya muslim. Kemudian sekarang ini dinar dan dirham bagi seseorang lebih ia cintai dibandingkan saudaranya muslim".

Kemudian Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma berkata:
قال رسول الله  : "كَم من جارٍ متعلقٍ بجارِهِ يومَ القيامةِ، يقولُ: يا ربُّ ‍ ! هذا أغلَقَ بابَه دوني، فمَنع مَعروفَه !"
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,"Betapa banyak tetangga tertahan dengan tetangganya pada hari kiamat, dia berkata, "Ya Rabb! Tetanggaku ini menutup pintunya dariku, dan dia menahan kebaikannya (tidak mau membantu)!"

Tidak membuka pintu, maksudnya tidak berbuat baik.

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.