Foto: Dok. Media Istiqlal

Renungan Fajar: Dahsyatnya Tadarus sebagai Obat Penawar Jiwa dan Raga

Administrator 25 Feb 2026 Warta Istiqlal

Oleh:  Dr. KH. Ahmad Husni Ismail

Tadarus bukan sekadar aktivitas membaca Al-Qur'an sendirian, melainkan sebuah interaksi mulia yang melibatkan pengkajian makna bersama guru atau sesama jemaah. Kekuatan tadarus yang dibaca secara tartil dan benar jauh melampaui terapi musik manapun di dunia. 

Dalam kajiannya, KH. Ahmad Husni Ismail menceritakan pengalaman pribadinya, saat dirinya harus berjuang melawan maut di ruang ICU rumah sakit setahun silam. Dalam kondisi raga yang lemah, terpasang alat ventilator, dan dikelilingi suara mesin medis yang meneror kejiwaan.

Di saat mentalnya terguncang oleh suara mesin medis dan halusinasi yang mencekam, beliau menemukan kekuatan melalui zikir batin dengan mengulang-ulang Ayat Kursi ribuan kali.

"Saya diberi karunia baca Ayat Kursi berulang-ulang di dalam hati karena lisan tidak bisa digerakkan. Baca Ayat Kursi ratusan atau ribuan kali, dan itu memang mampu menghilangkan gangguan itu, mimpi buruk tentang kematian" ujar KH. Ahmad Husni Ismail

Betapa dahsyatnya pengaruh bacaan suci tersebut dalam menghalau ilusi negatif dan ketakutan akan kematian yang menghantui pelupuk mata. Kekuatan Al-Qur'an sebagai penyembuh ini selaras dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Isra ayat 82:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا

Artinya: “Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang mukmin, sedangkan bagi orang-orang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.” (QS. Al-Isrā' [17]:82)

Ayat ini menjadi legitimasi iman bahwa setiap huruf yang dibaca dengan penuh keyakinan akan menjadi perisai dari keputusasaan.

KH. Ahmad Husni Ismail mengingatkan kembali teladan Rasulullah SAW yang selalu meningkatkan intensitas tadarusnya bersama Malaikat Jibril di bulan Ramadhan. 

عَنِ ابنِ عَبَّاسِ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ (صحيح البخاري)

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus." (HR. Bukhari, dan Muslim)

Dengan mendekap, mencintai, dan mengamalkan isi Al-Qur'an, setiap hamba Allah SWT diharapkan mampu mentransformasi dirinya menjadi pribadi yang lebih bertakwa dan meraih syafaat kelak di hari akhir.(TANZA/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
 

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.