Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan dan kesempatan besar bagi setiap Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadahnya.
Dalam Renungan Fajar di Masjid Istiqlal yang disampaikan oleh Ustad. Daeng Syawal Mubarok bahwa perjalanan ibadah di bulan Ramadhan dapat diibaratkan seperti kompetisi besar, layaknya Liga Champions dalam dunia sepak bola. Pada babak awal, semua tim masih bisa ikut bertanding. Namun, semakin mendekati babak akhir, hanya tim-tim terbaik yang mampu bertahan hingga final dan meraih gelar juara.
Begitu pula dengan Ramadhan. Di awal bulan, semangat beribadah biasanya dirasakan oleh banyak orang. Namun seiring berjalannya waktu, hanya mereka yang benar-benar bersungguh-sungguh yang mampu mempertahankan konsistensi ibadah hingga akhir Ramadan. Merekalah yang diharapkan memperoleh gelar kemenangan berupa derajat taqwa, sebagaimana tujuan puasa yang disebutkan dalam Al-Qur’an.
Salah satu amalan utama yang perlu dimaksimalkan selama Ramadhan adalah membaca Al-Qur’an. Hal ini karena Ramadhan merupakan bulan diturunkannya Al-Qur’an. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗوَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗيُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖوَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Artinya: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur” (Qs. Al-Baqarah [2]:185)
Karena itu, memperbanyak tilawah Al-Qur’an menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan. Di Masjid Istiqlal, setelah shalat tarawih dan witir, jamaah biasanya melanjutkan dengan membaca Al-Qur’an bersama. Bagi mereka yang mahir membaca Al-Qur’an, dianjurkan untuk memimpin atau membaca secara bergantian. Sementara bagi yang belum lancar, cukup duduk dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an.
Mendengarkan bacaan Al-Qur’an pun merupakan amalan yang bernilai pahala besar. Bahkan, sikap menghormati Al-Qur’an dengan mendengarkan bacaan orang lain merupakan bagian dari adab terhadap kitab suci.
Selain menjadi bulan Al-Qur’an, Ramadan juga dikenal sebagai bulan berbagi. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak sedekah dan membantu sesama. Allah SWT menggambarkan keutamaan sedekah dalam Qs. Al-Baqarah [2] 261:
مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui” (Qs. Al-Baqarah [2]:261)
Ayat ini menjelaskan bahwa satu kebaikan yang dilakukan di jalan Allah dapat dilipatgandakan hingga tujuh ratus kali lipat. Jika di luar Ramadhan saja pahala sedekah begitu besar, maka di bulan Ramadhan nilainya menjadi jauh lebih besar lagi.
Rasulullah SAW bahkan menegaskan keutamaan bersedekah di bulan Ramadhan dalam sebuah hadits ketika beliau ditanya tentang sedekah yang paling utama. Rasulullah SAW menjawab:
“Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadan” (HR. Tirmidzi)
Karena itu, berbagai bentuk berbagi seperti menyediakan takjil, membantu fakir miskin, atau mendukung kegiatan sosial menjadi amalan yang sangat dianjurkan selama bulan suci ini.
Ustad. Daeng Syawal juga mengingatkan bahwa Ramadan adalah kesempatan yang sangat terbatas. Ibarat seseorang yang diberi waktu singkat untuk mengambil berbagai harta berharga, tentu ia tidak akan menyia-nyiakan waktunya untuk hal-hal yang tidak penting.
Demikian pula Ramadan. Allah memberikan kesempatan kepada manusia selama sekitar 29 atau 30 hari untuk meraih sebanyak mungkin pahala dan ampunan. Pada bulan ini, pintu-pintu rahmat dibuka lebar, dan setiap hamba diberi peluang untuk memperbaiki diri.
Namun waktu Ramadhan tidaklah panjang. Ketika separuh bulan telah berlalu, setiap Muslim diingatkan untuk mengevaluasi diri: sejauh mana Ramadan telah dimanfaatkan dengan maksimal.
Memasuki paruh kedua Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadahnya. Tidak ada seorang pun yang dapat menjamin bahwa dirinya akan sampai pada hari raya Idul Fitri. Karena itu, sisa hari yang ada hendaknya dimanfaatkan sebaik mungkin dengan memperbanyak ibadah, seperti membaca Al-Quran, bersedekah, qiyamul lail, serta memperbanyak doa.
Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca terutama pada malam-malam terakhir Ramadhan adalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Maha Mulia, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku”
Doa ini sering dibaca ketika seorang Muslim berharap mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan.
Ramadhan adalah momentum besar bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas iman. Dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta memaksimalkan ibadah di hari-hari terakhir Ramadhan, diharapkan setiap Muslim dapat meraih tujuan utama dari puasa, yaitu menjadi hamba yang bertakwa.
Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk memaksimalkan sisa Ramadhan dan mempertemukan kita dengan kemuliaan Lailatul Qadar, serta menjadikan kita termasuk golongan yang meraih gelar la‘allakum tattaqun.(VISCHA/ HUMAS & MEDIA MASJID ISTIQLAL)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.