Foto: Dok. Media Istiqlal

Tuhan Bukan Jisim, Bukan Jauhar, Bukan Arad: Mengenal Allah Lewat Logika

Administrator 03 Mar 2026 Warta Istiqlal

 

Kajian dari Kitab Al-Iqtishad fil I'tiqad karya Imam Al-Ghazali

Pada kajian kali ini, kita melanjutkan pembahasan dari kitab Al-Iqtishad fil I'tiqad karya Al Imam Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad Al-Ghazali. Sebelumnya kita sudah membahas sifat Tuhan yang kelima, yaitu bahwa Tuhan itu laisa bijismin  Tuhan bukanlah zat yang berupa jisim, berupa jasad, atau berupa jasmani. Artinya, kalau ada sesuatu yang mengaku sebagai Tuhan tapi bisa dilihat dengan mata, bisa disentuh dengan tangan, bisa didengar secara fisik  maka dia bukan Tuhan.

Memahami Jisim, Jauhar, dan Arad

Sebelum masuk lebih jauh, kita perlu memahami tiga istilah dasar ini. Jauhar adalah partikel terkecil yang menjadi asal muasal dari jisim. Contohnya air  air terbentuk dari molekul hidrogen dan oksigen. Nah, hidrogen dan oksigen itulah yang disebut jauhar. Ketika dua partikel terkecil itu bergabung dan menyatu, jadilah dia jisim walaupun jisimnya mungkin belum terlihat oleh mata kita.

Lalu apa itu arad? Arad adalah sifat yang terbawa di dalam jisim dan jauhar sesuatu yang melekat dan tidak terpisahkan dari benda itu. Contoh sederhana: ada pulpen berwarna hitam. Warna hitam pada pulpen itu disebut arad. Ukuran pulpen juga arad. Karena warna dan ukuran tidak bisa berdiri sendiri  mereka butuh tempat untuk "menempel", yaitu si pulpen itu sendiri. Kalau penanya tidak ada, warnanya juga tidak ada.

Kata Al Imam Al-Ghazali: "Naqulu inna sani'al 'alami laisa bi'aradin"  kita katakan bahwa pencipta alam semesta bukanlah sesuatu yang sifatnya arad. Ini adalah sifat Tuhan yang keenam yang beliau bahas.

Alasannya sederhana dan logis: arad untuk berwujud butuh tempat. Sementara Allah itu qadim  sudah ada sebelum segala sesuatu ada. Sebelum matahari ada, sebelum bulan ada, sebelum langit ada Allah sudah ada. Tidak ada yang kosong dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Maka Dia disebut sebagai wajibul wujud  keberadaan-Nya wajib adanya, tidak terbayangkan Allah itu tiada. Sedangkan makhluk-makhluk lain seperti malaikat, surga, neraka, bahkan manusia  semuanya ada setelah Allah.

Maka mustahil Allah berupa arad, karena arad itu bergantung dan butuh tempat, sementara Allah tidak bergantung pada apapun.

Lalu Bagaimana dengan Sifat-Sifat Allah?

Mungkin ada yang bertanya: "Kalau Allah bukan arad, bukan sifat  lalu bagaimana dengan Ar-Rahman, Ar-Rahim, Ar-Razzaq? Bukankah itu sifat-sifat Allah?"

Al Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa sifat-sifat tadi dikembalikan kepada zat yang punya sifat, yaitu Allah. Bukan dikembalikan kepada sifatnya itu sendiri. Beliau memberi analogi yang mudah dipahami: tukang kayu (annajar). Kalau kita bilang "dia tukang kayu," maka yang kita maksud bukan skill atau sifat mengolah kayunya tapi orangnya. Keahlian itu dinisbatkan kepada orangnya, bukan kepada skillnya.

Begitu pula dengan Allah. Ar-Razzaq, Ar-Rahman, Ar-Rahim  itu sifat yang dinisbatkan kepada dzat-Nya Allah, bukan kepada sifatnya itu sendiri. Maka lebih utama mengembalikannya kepada zat yang punya sifat, dibandingkan mengembalikannya kepada sifat itu sendiri.

Mensifati Allah Harus Hati-Hati

Al Imam Al-Ghazali menegaskan: mensifati Allah dengan arad itu haram  tidak bisa diterima secara bahasa maupun secara syariat. Beliau juga membedakan antara akal dan syariat dalam hal ini. Secara akal, sesuatu yang aneh atau mustahil pun bisa "dibayangkan" tapi akal tidak bisa dijadikan standar hukum. Yang jadi standar adalah syariat dan bahasa yang disepakati bersama.

Maka kita tidak boleh mensifati Allah dengan sesuatu yang kita sendiri tidak yakin maknanya. Kalau ada yang mensifati Allah dengan arad tapi menggunakan definisi yang berbeda dari yang dipahami manusia pada umumnya  itu pun tetap tidak bisa diterima. Semoga Allah membuka hati kita dan menjadikan kita semakin mengenal-Nya dengan benar, sehingga kita ridha dengan apa yang membuat-Nya ridha dan mencintai apa yang dicintai-Nya. Amin ya Rabbal 'Alamin.

Simak kajian lengkapnya di sini. (HERUL/Humas Dan Media Masjid istiqlal)


 

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.