Jakarta, www.istiqlal.or.id - Masjid Istiqlal selenggarakan kegiatan Dialog Nasional Lintas Agama, dengan bahasan "Membina Persaudaraan Melalui Hikmah Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77", di Aula Al-Fattah Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (8/8).
Tema tersebut diangkat dalam rangka memperingati euforia kemerdekaan yang berlangsung pada 17 Agustus. "Hal yang kita lakukan saat ini adalah bagian wujud mengenang penderitaan, kehebatan dan jiwa besarnya orang tua kita dulu," ujar Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, di Aula Al-Fattah Masjid Istiqlal.

"(Mengingat perjuangan meraih kemerdekaan), para pahlawan memakai bambu runcing untuk melawan penjajah, mengingatkan falsafah hidup 'Bhineka Tunggal Ika' itu sangat luar biasa," lanjutnya.
"17 Agustus ini tidak bisa diklaim oleh satu kelompok. Semua pihak terlibat, apapun agama maupun etniknya. Maka dari itu kita harus bersyukur, karena kita diberi kekompakkan satu nusa, bangsa dan bahasa. (Sejarah yang panjang tersebut) juga yang membuat kita tidak bisa dipecah oleh apapun," papar KH Nasaruddin Umar.

Imam Besar Masjid Istiqlal juga berpesan, agar anak muda bangsa Indonesia perlu menjaga spirit keagamaan dan kebangsaan guna mengantisipasi masa depannya. "Tantangan tidak pernah hilang dari bumi ini, karena itu saya ingatkan kepada kita semuanya bahwa jangan pernah meninggalkan spirit agama, sebab perjuangan hadir karena spirit agama. Saat spirit agama tidak lagi dapat memotivasi diri, maka (sendi-sendi kebangsaannya) akan rapuh. Spirit keagamaan harus tetap hidup dalam menggunakan bahasa kebangsaan."

Kebijaksanaan dalam menyaring hikmah dari sejarah di masa lalu juga perlu terus diterapkan. "Jangan sampai kita menyalahkan semua kebijakan yang terjadi di era masa lampau. Karena orang sudah menyelesaikan sejarahnya masing-masing, apa yang ada pada saat itu, itulah yang terbaik ketika itu, dan kita tidak bisa menyalahkan," jelas KH Nasaruddin Umar.
Turut dihadiri para tokoh narasumber antaragama di antaranya Utusan KWI P. Antonius Suyadi Pr; Ketua Umum PHDI Mayjen TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya, W; Ketua Umum MATAKIN Xs. Budi S. Tanuwibowo; dan Ketua Umum PGI Pendeta Gomar Gultom, dan Ketua Umum DPP WALUBI/Ketua Dewan Pembina DPP KCBI Dra. S. Hartati Murdaya, dan dimoderatori Dr. Budi Utomo, S.Th.I., M.A., kegiatan ini berlangsung secara tertib dan sarat makna, karena masing-masing pihak memaparkan gagasannya mengenai kerukunan antarumat beragama dengan sudut pandang kemerdekaan. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.