Foto: Dok. Media Istiqlal

KH Nasaruddin Luncurkan Buku Teladan Sang Menteri Karya UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Administrator 09 Apr 2026 Warta Istiqlal

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Menteri Agama KH Nasaruddin Umar, meluncurkan buku "Teladan Sang Menteri", karya akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh , di Aula VVIP Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Buku yang merupakan hasil kolaborasi antara UIN Ar-Raniry dan Pendidikan Kader Ulama (PKU) Masjid Istiqlal sebagai bagian dari upaya memperkuat tradisi intelektual serta kepemimpinan berbasis nilai ini ditulis oleh Mujiburrahman, Reza Idria, Kamaruzzaman, Rahmad Syah Putra, Muhajir Al Fairusy, dan Arkin.

Melalui pendekatan biografis reflektif, buku ini mengulas sosok Nasaruddin Umar sebagai ulama, akademisi, dan negarawan. Di dalamnya dibahas berbagai dimensi kepemimpinan, integritas, serta etika publik dalam perspektif keislaman dan kebangsaan.

"Buku ini mengangkat sosok Nasaruddin Umar sebagai ulama, akademisi, sekaligus negarawan melalui pendekatan biografis reflektif," kata Rektor UIN Ar Raniry, Prof Mujiburrahman, juga salah satu penulis buku tersebut.

"Buku ini kami hadirkan sebagai upaya menghadirkan figur teladan dalam kepemimpinan publik. Bukan sekadar narasi biografis, tetapi juga refleksi etis yang relevan bagi masa depan bangsa," tambah Mujiburrahman dalam keterangannya yang lain.

Mujiburrahman menjelaskan bahwa bagian awal buku menyoroti latar belakang sosial dan kultural Nasaruddin Umar yang tumbuh di Bone, Sulawesi Selatan. Bahwasannya KH Nasaruddin dibesarkan dalam lingkungan religius yang menanamkan nilai disiplin, integritas, serta kecintaan terhadap ilmu. Nilai budaya Bugis seperti siri’ na pacce turut disebut berperan dalam membentuk karakter kepemimpinannya.

Dalam bukunya, para penulis juga mengulas gagasan intelektual serta kontribusinya dalam kebijakan publik, khususnya di bidang keagamaan yang berkembang melalui pendidikan di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta hingga meraih gelar profesor. Ia dikenal sebagai pemikir progresif yang mampu menjembatani tradisi keilmuan Islam klasik dengan tantangan modernitas.

Salah satu gagasan yang disorot dalam buku ini adalah moderasi beragama. Dimana Nasaruddin Umar digambarkan sebagai tokoh yang konsisten mendorong dialog, inklusivitas dan persatuan di tengah masyarakat yang majemuk. Dalam kepemimpinannya, KH Nasaruddin juga diterangkan sebagai figur birokrat humanis regilius yang mengedepankan moral spiritual dalam peran publiknya.

Adapun di bidang pendidikan, buku tersebut memperkenalkan konsep “kurikulum cinta” yang menempatkan nilai kasih sayang sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran.

Direktur PKU Masjid Istiqlal Prof. Ahmad Thib Raya, menilai kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen memperkuat kaderisasi ulama dan intelektual Muslim.

“Launching dan diskusi buku ini bukan sekadar seremoni, tetapi ruang dialektika keilmuan. Kami ingin menghadirkan literasi kepemimpinan yang berbasis nilai keislaman moderat dan kontekstual,” kata Thib Raya.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan UIN Ar-Raniry menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga kaderisasi ulama dalam memperkuat wacana kepemimpinan nasional.

Para penulis juga berharap buku "Teladan Sang Menteri" dapat menjadi referensi bagi kalangan akademisi, pembuat kebijakan, dan masyarakat luas dalam memahami model kepemimpinan religius yang moderat dan inklusif.

Selain momentum peluncuran buku, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi ilmiah yang menghadirkan akademisi, tokoh agama, serta publik intelektual. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.