Foto: Dok. Media Istiqlal

Sekjen Majmak Buhuts Al-Islamiyah Al Azhar: Hikmah Hijrah Rasulullah SAW

Admin 08 Aug 2022 Warta Istiqlal

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Sekjen Majmak Buhuts Al-Islamiyah Al Azhar Prof. Nadzir Ayyadh, mengunjungi Masjid Istiqlal pada Jumat (5/8), dalam rangka melaksanakan shalat Jumat berjamaah.

"Satu kebahagiaan yang tiada terhingga, kita bisa bertemu di tempat, waktu dan masa yang sangat berkah," ujar Prof. Nadzir yang diterjemahkan oleh Kabid Penyelenggara Peribadatan KH Bukhari Sail Attahiri, Lc, MA, dalam prakatanya seusai shalat Jumat, di Lantai Utama Masjid Istiqlal, Jakarta.

Dalam kesempatannya tersebut, Syaikh Nadzir juga menyampaikan tausiah terkait peristiwa hijrah Rasulullah SAW yang terdapat banyak hikmah dan tauladan di dalamnya.

"Yaitu peristiwa hijrah Nabi kita, Rasulullah SAW, yaitu peristiwanya sangat istimewa dari segala aspeknya, dan jika kita bisa mempelajari peristiwa hijrah itu, kita akan selamat di dunia maupun akhirat," ungkap Syaikh Nadzir.

Syaikh Nadzir mengutarakan bahwasanya hijrah adalah suatu peristiwa penting yang dapat diambil pelajarannya dan bisa kita terapkan pada saat ini. "Dari peristiwa hijrah, kita bisa menyucikan diri, berhijrah dari yang duniawi ke ukhrawi, yang sifatnya fisik ke yang spiritual yaitu agama kita."

Adapun pelajaran yang dapat diambil di antaranya terkait membedakan antara tawakal, tawakul dan takasul. "Peristiwa hijrah dari Mekkah ke Madinah yang dilakukan Rasulullah SAW dengan cara yang berbeda daripada biasanya. Kita harus mengambil satu sebab untuk menghasilkan satu yang terbaik, dan sebab itu adalah dari Allah SWT."

Diketahui persiapan hijrah Rasulullah SAW sangat memperhatikan hal-hal detail, Syaikh Nadzir menyebutkan di antaranya Rasulullah SAW memilih sahabat-sahabat yang akan hijrah bersamanya, di mana  harus bersembunyi, sahabat yang akan menemani sampai Madinah dan dalam hijrahnya, serta Madinah yang ditetapkan sebagai tempat hijrahnya.  

Dalam pelajaran ini kita dapat membedakan antara tawakal dengan tawakul, Rasulullah SAW juga bersabda, "Sungguh, seandainya kalian bertawakal kepada Allah sebenar-benar tawakal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana rizki burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang." (HR. At-Tirmidzi).

Demikian juga untuk membenarkan, iman kepada Allah SWT, banyak orang yang mengatakan mereka beriman, namun sejatinya mereka tidak beriman, mereka berencana menipu Allah, padahal Allah-lah yang menipu mereka, hal tersebut tertera dalam firman-Nya pada QS. An-Nisa ayat 142,

إِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ يُخَٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَهُوَ خَٰدِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوٓا۟ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ قَامُوا۟ كُسَالَىٰ يُرَآءُونَ ٱلنَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

"Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali." (QS. An-Nisa [4]: 142)

Iman yang benar adalah ridha kepada Allah subhanahu wata'ala dan ridha kepada Nabi kita Rasulullah SAW. Kita tunduk kepada perintah Nabi kita, Rasulullah SAW. "Begitu juga yang dicontohkan pada peristiwa hijrah, ketika Sayyidina Ali RA menempati tempat tidur Rasulullah SAW dengan penuh resiko kematian, atau ketika Sayyidina Abu Bakar RA yang telah memberikan semua harta, keluarga, dan jiwanya demi perjuangan Rasulullah SAW," papar Syaikh Nadzir.

Syaikh Nadzir juga menjelaskan, dalam peristiwa hijrah juga terdapat pelajaran terkait cara kita bergaul dan berinteraksi kepada sesama manusia. "Cara Rasulullah SAW ketika berhijrah ke Madinah, memakai pemandu orang yang bukan Islam, tetapi kita yakin bahwa itu aman. Demikian juga ketika Rasulullah SAW sampai di Madinah, beliau membuat Piagam Madinah yang menyatukan antara penduduk Madinah, baik itu yang Muslim, Nasrani, Yahudi, atau yang lain, semua terikat dengan Piagam Madinah," jelasnya. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.